bdswiss erfahrung

itikaf1

 

Begitu banyak keistimewaan bulan Ramadhan salah satunya adalah Lailatul qodar. Disebutkan dalam QS. Al Qodr bahwa Lailatul Qodar lebih baik dari seribu bulan. Artinya apabila kita beribadah di malam tersebut itu masih lebih baik pahalanya daripada ibadah selama seribu bulan. hanya saja tidak ada yang tahu persis kapan malam lailatul Qodar itu tiba. Rasulullah sendiri hanya memberikan isyarat bahwa lailatul Qodar terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah yang mengatakan :" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon" " (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).

Masjid Babussalam setiap 10 malam terakhir Ramadhan memberikan kesempatan kepada para jama’ah untuk beri’tikaf di masjid Babussalam. Para jama’ah baik warga sekitar Masjid Babussalam ataupun yang sengaja datang dari luar daerah Cipinang nampak antusias mengikuti i’tikaf di Masjid Babussalam. Diantaranya ada yang datang mulai dari ikut shalat taraweh berjama’ah, ada juga yang datang setelah shalat taraweh. Beberapa jama’ah membawa istri dan anak-anak mereka untuk beri’tikaf di Masjid Babussalam. Bagi jama’ah i’tikaf dipersilahkan tilawah, dzikir, shalat, dan lain-lain bahkan diantaranya ada yang tertidur. Khusus pada malam-malam ganjil pukul 01.30 WIB hingga pukul 02:00 WIB da tausyiah yang disampaikan oleh ustadz-ustadz pilihan dilanjutkan dengan shalat tahajjud dan muhasabah hingga pukul 03:00 WIB. Sementara pada malam-malam genap hanya shalat tahajjud dan muhasabah. Di samping itu Masjid Babussalam juga menyediakan santap sahur yang disajikan secara prasmanan. Pada malam-malam ganjil petugas menyediakan 300 porsi dan sedangkan pada malam-malam genap hanya menyediakan 150 porsi. 

sahur1

Masjid Babussalam